Global warming is in the air


earth-hour3

Wajah bumi berubah seiring dengan perkembangan zaman. Area yang dulunya merupakan kawasan hutan berubah rupa menjadi gedung-gedung perkantoran, mall maupun perumahan elite. Sarana transportasi meningkat pesat hingga jumlahnya tak sebanding lagi dengan perkembangan lebar dan panjang jalan yang ada. Berbagai barang elektronik mulai bermunculan banyak dengan tujuan mempercepat serta mempermudah kebutuhan manusia. Akibatnya? Polusi udara tak terelakan lagi.

stop-global-warming1

Fenomena tersebut melahirkan masalah ekosistem yang dikenal dengan pemanasan global atau sering disebut global warming. Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer menjadi masalah serius menimbulkan perubahan iklim global. Kini gunung-gunung es di kutub utara mulai mencair. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil pertanian yakni gagal panen. Bencana alam yang tak terprediksi juga disinyalir merupakan hasil dari global warming. Lebih lanjut, juga berdampak pada munculnya bermacam penyakit serta punahnya berbagai jenis hewan.
World Wide Fund For Nature (WWF) merupakan sebuah organisasi global non-pemerintah yang peduli terhadap nasib lingkungan demi kelangsungan hidup bumi sekarang dan masa depan. WWF yang dulu bernama World Wildlife Fund terbentuk pada 11 September 2001 di Morges , Switzerland.
Global Earth Hour merupakan sebuah kegiatan global dalam rangka memerangi masalah global warming yang dipelopori oleh WWF. Dalam kegiatan Earth Hour, WWF mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dengan memadamkan lampu selama satu jam di waktu yang disepakati.
Direktur Eksekutif Earth Hour Andy Ridley menggelar aksi pertamanya di Sydney, Australia pada 31 Maret 2007. Pada tahun berikutnya, 50 juta orang di 370 kota di 35 negara telah berpastisipasi dalam aksi ini. Earth Hour menjadi semakin luas dikenal oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Sebanyak 2.848 kota di seluruh dunia telah ikut berpartisipasi untuk memadamkan lampu selama satu jam pada 28 Maret 2009 dimulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
Indonesia yang turut bergabung dalam kegiatan global tersebut mulai mensosialisasikan ke masyarakat dengan beriklan melalui media elektronik, media cetak, maupun internet sejak seminggu sebelum aksi Earth Hour berlangsung. Pada iklan tersebut, beberapa artis ibukota seperti Indra Bekti, Indy Barens, Cut Tari, Sandra Devi serta 13 artis lainnya mengajak masyarakat Indonesia untuk turut bergabung bersama jutaan manusia di dunia dalam kampanye Earth Hour. Mereka menyuarakan motto yang dibuat oleh WWF dalam Earth Hour, berbunyi “Saatnya ikut aksi padam 1 jam, pilih bumi sekarat atau selamat.” Namun, aksi tersebut tidak bersifat memaksa. Beberapa tempat vital seperti rumah sakit tentu tidak bisa dipadamkan karna tentu dapat berdampak buruk terhadap keselamatan para pasien.
Rizal Malik dari WWF Indonesia mengukuhkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebagai Duta Earth Hour 2009 pada Kamis (19/03) di ruang Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Sebagai bentuk kesungguhannya menjadi Duta Earth Hour 2009, Fauzi Bowo menghimbau pada warga Jakarta khususnya untuk terlibat dengan mematikan lampu serta alat-alat elektronika yang tidak dipakai di rumah selama 60 menit pada Sabtu (28/03). Ibukota Jakarta dianggap menjadi kota terbanyak yang mengkonsumsi energi listrik di Indonesia karena banyaknya penduduk serta bangunan yang ada. Satu jam penerangan di Jakarta dipadamkan berarti mengistirahatkan satu pembangkit listrik sebesar 350MW dan menyalakan 900 desa, mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta, mengurangi emisi sekitar 284 ton karbondioksida, menyelamatkan lebih dari 284 pohon, serta menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.
Pemerintah daerah DKI Jakarta mematikan sejumlah penerangan di beberapa tempat strategis yang terdapat di kawasan segitiga emas Jakarta antara lain : gedung Citibank, Garuda Indonesia Airlines, Grand Indonesia, HSBC, Panasonic, Polygon Cycle, Yayasan Sampoerna, Standard Chartered Bank dan Sharp dan lima ikon Jakarta antara lain Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, Monas dan air mancurnya, Gedung Balai Kota, Patung Pemuda dan air mancur Arjuna Wiwaha. Sementara di negara-negara lain, sejumlah penerangan yang terdapat di Menara Eiffel, Colloseum Roma, Sydney Opera House, Hotel tertinggi di dunia BurJ-Dubal, Shanghai Hong Kong New World, dan lainnya turut dimatikan.
Kampanye hemat energi dan perubahan iklim global ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran pada masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara tidak berlebihan dan seperlunya saja guna penyelamatan bumi. Bila memilih bumi, mulai dari diri sendiri segera menindaklanjuti tujuan dari kampanye Earth Hour dengan cara antara lain : menghidupkan lampu hanya pada ruangan yang terpakai saja tidak perlu semuanya dinyalakan, hindari membiarkan komputer terus menyala padahal tidak dipakai, tidak selalu menyalakan AC, dan masih banyak lagi.

By

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: