Menghapus Rasa Takut


anak-takut

Sebenarnya darimana asal rasa takut itu? Mau tahu gak ?? begini lho… Pada awalnya otak manusia ibarat seperti kertas putih. Lalu seiring dengan waktu berjalan otak manusia mulai terisi dengan pengalaman-pengalaman, baik itu indah ataupun sedih. Namun sebagian dari pengalaman yang ada bukanlah pegalaman dari diri kita sendiri. Tetapi merupakan pengalaman orang lain atau orang yang berdekat edengan kita. Manusia suaka bercerita penglaman mereka buruk ataupun baik kepada orang lain, kemudian cerita pengalaman tersebut melekat pada diri kita sewaktu kita masih kecil. Kemudain pengaruh tersebut terbawa sampai kita besar. Hal itulah yang membuat kita menjadi takut. Setelah anda membaca tulisan saya, coba nada pikirkan, apa ketakutan anda, dan apa sebab dari ketautan anda. Kemungkinan sebagian besar anda tidak tahu kenapa, karena berasal dari masa kecil (sudah lupa). Tapi mungkin juga anda mengingatnya, namun hal itu pengaruh dari waktu kecil.

Supaya kita tidak takut, dengarknlah hal yang positif agar selalu positif, karena kebanyakan hal negative hanya akan membuat kita takut dan terdampar di pulau rasa takut yang membelenggu kita. Lalu bagimana caranya mengatasi rasa takut? Yang paling gampang adalah dengan cara Rational Emotive.

  1. Langkah pertama kita harus benar-benar meyakinkan diri kita sendiri bahwa apa yang kita takutkan hanyalah pikiran dan pikiran saja. Contoh: jika kita takut ketinggian, kita harus memahami bahwa ketinggian hanya dapat membunuh apabila kita terjun dari ketingggian tanpa pengaman apa pun.
  2. Langkah kedua adalah kita harus berani melangkah untuk menyembuhkan rasa takut tersebut dari ketakutan menuju ketidaktakut. Contoh: jika kita takut ke dufan, kita harus memberanikan diri pergi ke dufan. Kita buktikan, lalu kita analisa, apakah sedemikian mengerikannya ke dufan? Orang beramai-ramai ingin pergi ke dufan. Ko kita takut?
  3. Langkah ketiga, tetaplah konsisten. Apabila kita masih takut, kita ulang langkah ke dua, kita ke dufan lagi… takut lagi, ke dufan lagi… analisa lagi takut lagi ke dufan lagi… analisa lagi dan pada akhirnya duitnya pasti abis kalo ke dufan terus “pikiran kita harus dapat mengendalikan pikiran kita sendiri, bukan pikiran kita dikendalikan oleh pikiran kita sendiri.

1 Comment »

  1. Nendi Said:

    bagusssss jga neh


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: